Famous Writer Ika Natassa Lit The Spirit Of The Young Learners By “Showing Up”

“The first key to success is showing up. Are you a job seeker looking for a job? If there’s an exhibition, show up! An actor looking for a role? If there’s an audition, show up! A creator looking for opportunites? Use any social media platforms to showcase your works, that’s showing up. You want to be a writer? Send your manuscripts to the publisher, that’s showing up.” ~@ikanatassa

During Ms Ika’s visit in Mandiri Goes to PrimeOne School Program, she asked hundreds of students to write about any particular topics, just a paragraph, in 10 minutes. Once the time was up, she said: “Who wants to read their writing out loud, I need 10 of you, come down!” And she was amazed that not only 10 came running down but dozens of them! They stood up, each with a piece of paper in their hands, they took the mic and read it. Some of them were actually gold.

“It took me years to finally gather the courage to send my first manuscript to the publisher. It only took 10 minutes for these kids to read their spontaneous pieces. That is showing up, and I couldn’t be more proud of these kids”, she exclaimed.

“Kunci pertama menuju kesuksesan adalah kemunculan diri Anda. Apakah Anda seorang pencari kerja yang mencari pekerjaan? Jika ada pameran, munculkan diri Anda! Seorang aktor yang mencari peran? Jika ada audisi, muncullah! Seorang pencipta yang mencari peluang? Gunakan platform media sosial apa saja untuk memamerkan karya Anda. Itu namanya memunculkan diri Anda. Anda ingin menjadi penulis? Kirim naskah Anda ke penerbit, itu juga memunculkan diri Anda. “~ @ Ikanatassa

Selama kunjungan Ms Ika di Mandiri Goes to PrimeOne School Program, ia meminta ratusan siswa untuk menulis tentang topik tertentu, hanya satu paragraf dalam 10 menit. Begitu waktu habis, dia berkata: “Siapa yang mau membaca tulisan mereka dengan keras? Aku butuh 10 dari kalian. Turunlah!” Dan dia kagum bahwa tidak hanya 10 siswa berlari kearahnya tetapi puluhan dari mereka! Mereka berdiri dengan selembar kertas di tangan mereka masing – masing. Mereka mengambil mikrofon dan membacanya. Beberapa dari mereka sebenarnya adalah ’emas’.

“Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengirim naskah pertama saya ke penerbit. Hanya butuh 10 menit bagi anak-anak ini untuk membaca karya spontan mereka. Itu adalah memunculkan diri, dan saya tidak bisa lebih bangga dengan anak-anak ini,” serunya.